my clock

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 03 Februari 2014

kisah

Makassar, 1 Februari 2014

SAAT ALLAH MEMANGGILMU, AKU PUN TERSADAR

Saat mentari pagi menyapa, embun turun menyelimuti bumi. Saat kubuka handphonku pagi ini untuk melihat info-info yang masuk, terutama info tarbiyahku. Tak lama setelah itu, beberapa SMS masuk ke dalam inboxku. Salah satu di anataranya adalah info depsos FSUA bahwa ada seorang ummahat dari mamuju yang sedang dirawat di RS Ibnu Sina dan membutuhkan donor darah A. Kemudian masuk sebuah SMS yang sangat mengejutkan, yakni sebuah berita duka.
Isi SMSnya adalah :

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah wafat ummu aisyah (sofyanti) istri Ust. Saiful Bahri Wasekjen Wahdah Islamiyah, pagi tadi di RB wihdatul ummah Antang, Jenazah disemayamkan di Pao-pao.
Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fua’anha.
9:19
 
                                                                                                       
Ini adalah SMS atau tepatnya berita duka kedua pekan ini yang masuk ke dalam inboxku. Yang pertama adalah berita duka datang dari ustadz Umar Shaleh. Lalu SMS yang masuk hari ini datang dari ummu Aisyah.
Mereka adalah asatidzah yang selama ini mengemban dakwah dan menyebarkan kebaikan di muka bumi ini. Ustadz umar yang pernah dikirim ke Depok untuk berdakwah, beliau rela meninggalkan kampung halaman demi berdakwah di jalan Allah.
Kisah Ummu Aisyah kami dapatkan dari penuturan murabbiyah kami yang mengisi tarbiyah kami siang ini, Ummu Shafwan. Beliau adalah teman dari ummu yang juga kuliah di Ma’had ‘Aly Al-Wahdah STIBA Makassar. Beliau rahimahullah termasuk mahasiswa STIBA yang cerdas, nilainya tak pernah di bawah mumtaz, selalu di atas mumtaz. Masya Allah. Beliau sosok yang sabar dengan penyakit beliau, yakni penyakit liver. Stelah beberapa lama belia mengidap penyakit itu, nikmat yang diberikan Allah pun ditarik sedikit demi sedikit. Ummu berkisah bahwa ketika ia dan sekitar 20 teman-temannya yang lain datang menjenguk beliau, hanya beberapa saja yang beliau kenal. Selama sakit, ia dijaga oleh anak dan suaminya serta banyak teman-teman yang datang menunggui beliau. Salah seorang anaknya adalah penghafal Al-Qur’an baru-baru ini, dan anak ini salah satu yang senantiasa berada di sisi beliau. Bahkan beberapa sebelum Allah memanggil beliau menghadap Allah, sempat kondisi beliau drop dan orang-orang menyangka bahwa saat itu Allah telah memanggil beliau. Anak dan suami beliau bergantian dan tak lepas mentalqin beliau (menuntun mengucapkan kalimat ‘laa ilaha illallah’). Tapi ternyata hari itu beliau masih diberi kesempatan oleh Allah untuk berada di dunia ini.
Hari sabtu inilah yang menjadi saksi di mana Allah mencabut satu lagi ruh seorang mujahidah, ruh seorang murabbiyah, ruh seorang yang insya Allah senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah. Aku bukanlah orang yang mengenal beliau, bahkan wajahnya pun aku tak tahu. Tapi aku bisa merasakan betapa sedihnya dan betapa aku merasa sangat kehilangan. Masya Allah. Beginilah ketika orang baik yang meninggal, banyak orang yang sedih dan mendoakan beliau. Beliau dishalatkan di Masjid Darul Hikmah DPP Wahdah Islamiyah Antang.
Hari ini aku mendapatkan pelajaran dan kembali tersadar bahwa Allah akan memanggil hamba-Nya pada saat yang Dia telah tetapkan. Kita butuh mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah dan membawa bekal yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Banyaklah kita meminta diberi akhir yang baik (khusnul khatimah), karena apa yang ada pada diri kita hari ini tidak menjamin bahwa kita akan berakhir dengan baik.
Peristiwa berpulangnya dua orang berilmu ini ke hadapan Allah membuatku tersadar bahwa kehidupan ini sementara. Jangan sampai selama ini aku tersibukkan dengan dunia dan lupa bahwa aka nada kehidupan abadi dan perjumpaan dengan Allah. Ya Allah…ampuni keduanya ya Allah dan jadikan kami hamba yang banyak bersyukur dan lebih banyak lagi melakukan ketaatan kepada-Mu sehingga kami pantas mendapatkan surge-Mu dan berjumpa dengan-Mu ya Allah. Aamiin. Cukuplah kematian itu menjadi pengingat yang luar biasa untuk kehidupan kita di dunia ini.

Written by : Inda Indrawati

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More