my clock

Kamis, 26 April 2012

sepenggal catatan seorang mutarabbi


Makassar, 26 April 2012
23:29
MURABBIYAHKU, TERIMA KASIH TELAH MENGAJARKANKU SEBUAH KESABARAN

Created by : inda (indrawati)

            Dia adalah murabbiyahku yang selama ini membantu diriku dalam mengenal islam dengan segala keindahan yang ada di dalamnya. Tak pandang lelah atas kesibukan yang selalu dijalaninya, ia selalu hadir berbagi ilmu dengan kami mutarabbinya yang haus akan ilmu Allah. Tiap kali ia hadir di depan kami, selalu ada senyum yang tersungging dari bibirnya, senyum yang membuat kami merasakan kesejukan. Kelembutan menjadi kebiasaan yang selalu kami rasakan darinya. Begitu sabar ia menghadapi tingkah kami yang aneh. Sungguh, Allah telah memberikan kami seorang murabbiyah yang sangat sabar dan penuh kasih sayang.
            Hari ini, aku menyaksikan senyum yang membuatku sakit. Aku sakit melihat senyum yang menutupi kesedihan yang ia rasakan. Ia kini menjadi seorang ibu, namun hanya dalam beberapa saat saja ia harus kehilangan jundi kecilnya. Ia melahirkan jundi kecil yang lucu, imut, dan menggemaskan. Namun takdir Allah mengatakan bahwa ia harus merelakan mujahidnya itu kembali pada Sang Pemiliknya. Aku tak sanggup menatap mata yang begitu tenang, terpancar kesabaran di sana. Aku yakin ada rasa sedih yang mendalam dari dirinya. Tapi dari sinilah aku mendapatkan kesabaran darinya. Betapa ia begitu rela dan ikhlas dengan musibah yang Allah berikan untuknya. Ia masih sempat tersenyum padaku, menanyakan kabar dan berbincang dengan biasa tampak seperti tidak terjadi apa-apa. Aku sungguh sakit melihat semua ini. engkau begitu tegar, namun aku yang tak bisa menahan kesedihan. Ingin rasanya aku menumpahkan tangis saat ia memandangi foto bayinya yang lucu. Jundi kecil itu masih sangat bersih, ia hanya seperti tertidur, padahal itu adalah foto jundinya yang tak lagi bernafas. Sungguh, sekali lagi aku merasa sakit saat melihat perlengkapan bayi yang sudah siap. Ada baju-baju, ayunan, selimut, dan segala macamnya.
            Murabbiyahku, dirimu begitu sabar, engkau telah mengajarkan arti kesabaran itu kepadaku hari ini. tidak kulihat raut di wajahmu pancaran kesdihan yang mendalam. Terima kasih telah mengajarkanku arti kesabaran hari ini, aku akan selalu mendoakanmu. Insya Allah aka nada yang terindah kelak, dan mujahidmu itu telah menjadi tabungan untuk akhiratmu. Uhibbukifillah….(catatan dalam mengenang kepergian jundi kecil murabbiyahku).

1 komentar:

mueabbiyahku....semoga Allah senantiasa memberimu kesabaran. insya Allah ada ganti yang terbaik,,,

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More