Perancangan
basis data diperlukan, agar kita bisa memilki basis data yang kompak dan
efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan dan mudah
dalam memanipulasi data. Dalam merancang basis data, kita dapat melakukannya
dengan :
1.
Menerapkan
normalisasi terhadap struktur tabel yang telah diketahui.
2.
Langsung
membuat model Entity Relationship.
Normalisasi
merupakan sebuah upaya untuk memperoleh sebuah database dengan struktur yang
baik dengan cara menerapkan sejumlah aturan pada setiap tabel agar ruang
penyimpanan efisien. Istilah normalisasi dapat disederhanakan menjadi memecah
relasi menjadi beberapa tabel untuk mendapat database yang optimal.
Ada beberapa istilah penting dalam
teknik normalisasi, yaitu sebagai berikut :
- Field / atribut kunci. Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa satu field atau satu field yang dapat mewakili record.
- Candidate key. Kumpulan atribut minimal yang secara unik mengidentifikasi sebuah baris fungsinya sebagai calon primary key.
- Composite key. Kunci kandidat yang berisi lebih dari satu atribut
- Primary key. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasi baris secara unik
- Alternate key. Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key
- Foreign key. Key di tabel lain yang terhubung dengan primary key pada sebuah tabel.
Berikut adalah kriteria sebuah tabel yang yang baik (normal) :
- Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
- Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).
- Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF).
Adapun penjelasa BCNF adalah jika kriteria ketiga
(BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar
Bentuk Normal tahap ketiga (3rd Normal
Form / 3NF).
Selain BCNF, dikenal istilah
functional dependency (FD) yang dinotasikan dengan
Berikut adalah aturan-aturan
normalisasi :
- Bentuk Normal Tahap Pertama (1st Normal Form / 1NF)
a.
Mendefinisikan atribut kunci
b.
Tidak adanya group berulang
c.
Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic
(tidak dapat dibagi-bagi lagi)
- Bentuk Normal Tahap Kedua (2nd Normal Form / 2NF)
a.
Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu
b.
Sudah tidak ada ketergantungan parsial, dimana seluruh
field hanya tergantung pada sebagian field kunci.
- Bentuk Normal Tahap (3rd Normal Form / 3NF)
a.
Sudah berada dalam bentuk normal kedua
b.
Tidak ada ketergantungan transitif (dimana field bukan
kunci tergantung pada field bukan kunci lainnya).
4.
Boyce-Code
Normal Form (BCNF)
a.
Bentuk
BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency
terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk: X à Y
b.
tabel
tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang
ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi
c.
Setiap
tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk
BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X à A, BCNF tidak
membolehkan A sebagai bagian dari primary key.
5.
Bentuk
Normal Tahap (4th Normal Form / 4NF)
a.
Bentuk
normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan
tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute
b.
Untuk
setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional
dependencies
6.
Bentuk
Normal Tahap (5th Normal Form / 5NF)
a.
Bentuk
normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition
menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.
b. Jika 4 bentuk normal
sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk
berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah
di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi
(join) untuk membentuk tabel semula.
Perancangan basis data pengolahan
nilai :
1.
Mengidentifikasi
dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat.
Contoh
: mahasiswa, jurusan, ipk, mata kuliah, semester
2.
Menentukan
atribut-atribut key dari masing-masing himpunan
entitas
3.
Mengidentfikasi
dan menetapkan seluruh himpunan
relasi di antara himpunan entitas-himpunan entitas yang ada beserta foreign
key-nya
4.
Normalisasi
Dalam penggambaran
diagram E-R dengan kamus data. Berikut ini adalah contohnya :
Kamus data :
a. Mahasiswa ={nim, nama_mhs,
alamat_mhs, tgl_lahir}
b. Kuliah = {kode_kul, nama_kul,sks,
semester}
c. Dosen = {nama_dos, alamat_dos}
d. Mempelajari = {nim, kode_kul,
indeks_nilai}
e. Mengajar = {kode_kul, nama_dos,
waktu, tempat}




0 komentar:
Posting Komentar