my clock

Senin, 04 Juni 2012

NORMALISASI DATABASE




              Perancangan basis data diperlukan, agar kita bisa memilki basis data yang kompak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam pengaksesan dan mudah dalam memanipulasi data. Dalam merancang basis data, kita dapat melakukannya dengan :
1.      Menerapkan normalisasi terhadap struktur tabel yang telah diketahui.
2.      Langsung membuat model Entity Relationship.
            Normalisasi merupakan sebuah upaya untuk memperoleh sebuah database dengan struktur yang baik dengan cara menerapkan sejumlah aturan pada setiap tabel agar ruang penyimpanan efisien. Istilah normalisasi dapat disederhanakan menjadi memecah relasi menjadi beberapa tabel untuk mendapat database yang optimal.
            Ada beberapa istilah penting dalam teknik normalisasi, yaitu sebagai berikut :
  1. Field / atribut kunci. Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa satu field atau satu field yang dapat mewakili record.
  2. Candidate key. Kumpulan atribut minimal yang secara unik mengidentifikasi sebuah baris fungsinya sebagai calon primary key.
  3. Composite key. Kunci kandidat yang berisi lebih dari satu atribut
  4. Primary key. Candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasi baris secara unik
  5. Alternate key. Candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key
  6. Foreign key. Key di tabel lain yang terhubung dengan primary key pada sebuah tabel.
    Berikut adalah kriteria sebuah tabel yang yang baik (normal) :
  7. Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya  harus dijamin aman (Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel-tabel baru, tabel-tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
  8. Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency Preservation).
  9. Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF).

Adapun penjelasa BCNF adalah jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar Bentuk Normal  tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).
            Selain BCNF, dikenal istilah functional dependency (FD) yang dinotasikan dengan
A         B.  A dan B adalah atribut dari sebuah tabel. Berarti secara fungsional A menentukan B atau B tergantung pada A, jika dan hanya jika ada 2 baris data dengan nilai A yang sama, maka nilai B juga sama.
            Berikut adalah aturan-aturan normalisasi :
  1. Bentuk Normal Tahap Pertama (1st Normal Form / 1NF)
a.      Mendefinisikan atribut kunci
b.      Tidak adanya group berulang
c.       Setiap atribut dalam tabel tersebut harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi-bagi lagi)
  1. Bentuk Normal Tahap Kedua (2nd Normal Form / 2NF)
a.      Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu
b.      Sudah tidak ada ketergantungan parsial, dimana seluruh field hanya tergantung pada sebagian field kunci.
  1. Bentuk Normal Tahap (3rd Normal Form / 3NF)
a.      Sudah berada dalam bentuk normal kedua
b.      Tidak ada ketergantungan transitif (dimana field bukan kunci tergantung pada field bukan kunci lainnya).
4.      Boyce-Code Normal Form (BCNF)
a.      Bentuk BCNF terpenuhi dalam sebuah tabel, jika untuk setiap functional dependency terhadap setiap atribut atau gabungan atribut dalam bentuk:      X à Y
b.      tabel tersebut harus di-dekomposisi berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi super key dari tabel-tabel hasil dekomposisi
c.       Setiap tabel dalam BCNF merupakan 3NF. Akan tetapi setiap 3NF belum tentu termasuk BCNF . Perbedaannya, untuk functional dependency X à A, BCNF tidak membolehkan A sebagai bagian dari primary key.

5.      Bentuk Normal Tahap (4th Normal Form / 4NF)
a.      Bentuk normal 4NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk BCNF, dan tabel tersebut tidak boleh memiliki lebih dari sebuah multivalued atribute
b.      Untuk setiap multivalued dependencies (MVD) juga harus merupakan functional dependencies
6.      Bentuk Normal Tahap (5th Normal Form / 5NF)
a.      Bentuk normal 5NF terpenuhi jika tidak dapat memiliki sebuah lossless decomposition menjadi tabel-tabel yg lebih kecil.
b.      Jika 4 bentuk normal sebelumnya dibentuk berdasarkan functional dependency, 5NF dibentuk berdasarkan konsep join dependence. Yakni apabila sebuah tabel telah di-dekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus bisa digabungkan lagi (join) untuk membentuk tabel semula.
            Perancangan basis data pengolahan nilai :
1.      Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat.
Contoh : mahasiswa, jurusan, ipk, mata kuliah, semester
2.      Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan entitas
3.      Mengidentfikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi di antara himpunan entitas-himpunan entitas yang ada beserta foreign key-nya
4.      Normalisasi
Dalam penggambaran diagram E-R dengan kamus data. Berikut ini adalah contohnya :
Kamus data :
a.      Mahasiswa ={nim, nama_mhs, alamat_mhs, tgl_lahir}
b.      Kuliah = {kode_kul, nama_kul,sks, semester}
c.       Dosen = {nama_dos, alamat_dos}
d.      Mempelajari = {nim, kode_kul, indeks_nilai}
e.      Mengajar = {kode_kul, nama_dos, waktu, tempat}





0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More