Kisah perjalanan hidup seseorang menjadi sebuah catatan sejarah yang akan terkenang hingga akhir hayat. Terkadang ada hal tak terduga yang menghampiri kisah tersebut. Mungkin sebelumnya tidak pernah ada bayangan terhadap sesuatu hal yang akan terjadi ke depan. Begitulah dengan diriku, yang tidakpernah membayangkan bahwa aku akan menjadi salah seorang yang terpilih menjadi etoser Makassar 2010.
Awalnya, aku mendaftar dan diterima menjadi mahasiswa matematika FMIPA Universitas Hasanuddin dengan keadaan seperti mahasiswa lainnya. Setiap hari menjalani rutinitas sebagaimana layaknya mahasiswa biasa. Hingga datang info tentang penerimaan beastudi Etos. Inilah sebuah awal yang tak pernah terpikir sebelumnya, hari di mana pengumuman tentang etoser yang diterima setelah mengikuti seleksi tertulis dan lisan. Alhamdulillah, mulai saat itupun aku menyandang “gelar” etoser.
Aku bangga menjadi etoser, karena dari sekian banyak mahasiswa hanya beberapa orang yang terpilih untuk menikmati “status” sebagai etoser tersebut, termasuk diriku. Di etos, banyak hal baru yang aku dapatkan. Bertemu dan berkumpul dengan teman-teman yang berasal dari fakultas yang berbeda dan juga dari daerah yang berbeda pula. Bahkan, satu kamar dengan orang yang masih “asing” dalam kehidupan sehari-hari. Suatu hal yang sangat indah ketika kita mampu menyatukan setiap perbedaan yang ada dan menjalin persaudaraan yang begitu erat. Kita bisa saling berbagi cerita, tertawa dan bercanda bersama.
Di etos, kami didampingi oleh seorang pendamping yang ramah, baik, dan pengertian. Meskipun usianya masih muda, pendamping kami tetap menjadi seperti “ibu” di asrama. Tempat kami mengeluh ketika ada masalah, senantiasa memberikan pengarahan dan pencerahan untuk kebaikan kami semua. Itu menjadi sebuah keistimewaan tersendiri bagi kami, khususnya diriku yang jauh dari orang tua.
Aku bangga menjadi etoser. Di asrama, aku bisa mengikuti pembinaan baik dalam bidang keagamaan, akademik, pengembangan diri, dan sosial. Setiap etoser diharapkan agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai islam. Aku bisa menyeimbangkan antara akademik dan ilmu agama. Terdapat motivasi tinggi untuk mengukir mimpi-mimpi yang selama ini “berkeliaran” dalam pikiranku. Selain itu, aku bisa memperkuat hapalan Al-Qur’an dan melatih kedisiplinan.
Aku bangga jadi etoser. Sebuah kehidupan baru yang aku jalani bersama teman-temanku. Menikmati kebersamaan yang begitu indah. Sebuah episode baru yang menghiasi setiap lembaran-lembaran kisahku. Semoga kami bisa meraih puncak kesuksesan dengan tetap berlandaskan dengan ketaatan kepada Allah. Bersama etos, wujudkan generasi bangsa yang intelektual dan berprestasi serta beriman dan bertaqwa. Sekali lagi, aku bangga jadi etoser.




1 komentar:
tulisannya bagus...
Posting Komentar